Hebatnya Voucher Buku Di Malaysia

OLEH SUKMA HAYATI ZAINI ALWY, Mahasiswa S.2 Bidang Jurnalistik, School of Communication – Universiti Sains Malaysia Penang.

Beberapa waktu lalu, teman-teman kelas mengajak saya untuk ikut ke Institute Postgraduate Studies (IPS) — di Indonesia biasa disebut Program Pasca Sarjana (PPs) — di Universiti Sains Malaysia – Pulau Pinang dan berjalan dengan penuh semangat. Penasaran dengan antusias mereka, saya bertanya “apa gerangan yang membuat mereka ingin tiba di IPS sesegera mungkin?”salah satu teman kelas saya menjawab “Ada Baucar Buku 1 Malaysia untuk student USM”, ujarnya. Saya masih terheran-heran, “lalu apa spesialnya dengan baucar buku tersebut?” Pada mulanya saya berfikir teman-teman sekelas saya adalah peminat bacaan buku, tentu kesempatan ini tidak disia-siakan.

Pengumuman Voucher Buku
Pengumuman Voucher Buku

Saya sangat terkejut saat tiba di IPS, banyak orang mengantri berdasarkan abjad nama. Barulah saya tahu ketika melihat sebuah pengumuman tentang pembagian baucar buku. Baucar – yang di Indonesia sering disebut kupon atau voucer – dibagikan dengan nominal yang tidak main-main, yaitu sebesar RM 200 per orang atau setara dengan Rp 580.000, wajar adanya jika seluruh pelajar di USM sangat antusias dengan program ini. Dapat dibayangkan dengan baucar sejumlah itu, pelajar dapat menukarkannya dengan buku-buku yang selama ini diperlukan dan idam-idamkan di seluruh toko buku Malaysia.

Gagasan baucar buku 1 Malaysia ini berdasarkan kebijakan Pemerintah Malaysia dibawah pimpinan Perdana Menteri Datuk Sri Najib Tun Razak yang menggalakkan program baucar buku 1 Malaysia untuk semua pelajar warganegara Malaysia yang sedang belajar di seluruh Malaysia. Anggaran yang dikeluarkan pemerintah Malaysia untuk baucar buku tersebut sekitar RM 260 juta atau setara dengan Rp 754 Milyar dan diperuntukkan bagi 1,3 juta pelajar di seluruh Malaysia. Program ini adalah wujud dari janji pemerintah Malaysia pada presentasi belanjawan – di Indonesia disebut Anggaran Belanja – negara untuk tahun 2012. Univesiti Sains Malaysia (USM) adalah salah satu Institusi Pendidikan Tinggi di Malaysia yang mendapat mandat untuk membagikan baucar tersebut kepada seluruh mahasiswa di USM.

Setelah lama menanti dan mengantri dalam barisan, dua orang pelajar USM Nabihah dan Nadila mengutarakan perasaan gembiranya dengan program ini. Mereka mengaku akan menggunakan baucar tersebut untuk ditukarkan dengan buku yang mendukung belajar mereka yang selama ini boleh didapati dengan harga yang relatif mahal. “Saya akan tukar baucar ini dengan buku yang akan menyokong (mendukung – red) belajar saya di bidang komunikasi”, ujar Nadila.

Baucar buku hanya dapat ditukar dengan buku dan tidak dapat ditukar dengan uang. Ketentuan ini telah ditetapkan oleh pemerintah dengan menerbitkan peraturan tentang program baucar buku yang berlaku bagi penerima baucar dan toko buku setempat.

Pembagian baucar buku menurut saya cukup menarik karena sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan minar baca masyarakat. Pengalihan uang untuk membeli buku menjadi sebuah voucer merupakan ide cemerlang untuk menghindari penyalahgunaan bantuan yang diberikan pemerintah.

Ditengah kebahagiaan teman-teman saya yang berhasil mendapatkan baucar tersebut, sebenaranya terbesit rasa kecewa dihati saya. Ini karena baucar tersebut hanya berlaku bagi pelajar pribumi (warga negara Malaysia) dan tidak berlaku bagi pelajar asing. Saya hanya dapat menghayalkan kapan seluruh pelajar di Aceh akan mendapatkan pelayanan yang sama seperti ini dari pemerintah.

Antri Mengambil Voucher Buku
Antri Mengambil Voucher Buku

Pada pandangan saya, pemerintah Malaysia dinilai konsisten dalam membangun pendidikan dengan segala kemudahan yang diberikan kepada masyarakatnya. Selain baucar buku, banyak lembaga keuangan yang berada di bawah Pemerintah Malaysia seperti PTPTN (Perbadanan Tabung Pendidikan Tinggi Nasional) menyediakan pinjaman pendidikan untuk warga Malaysia yang nantinya dapat dibayar kembali kepada pemerintah. Disamping itu, pemerintah juga menyediakan beasiswa bagi pelajar kurang mampu melalui Badan Zakat di seluruh Malaysia. Selain itu ada juga bantuan pendidikan yang diberikan oleh lembaga My Brain khusus untuk pelajar yang mengambil program Sains, Teknologi dan Pendidikan.

Dari program tersebut di atas dapat dilihat mengapa pendidikan di Malaysia maju dan berkembang pesat. Pemerintah Malaysia sangat memberikan perhatian kepada peningkatan mutu pendidikan di negaranya dengan ikut peduli dan berperan aktif dalam membangun pendidikan yang berkualitas. Jadi tidak heran jika kini Malaysia menjadi tujuan bagi banyak bangsa di Asia terutama Indonesia sebagai tempat untuk melanjutkan pendidikan. Dengan demikian tidak mustahil harapan mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhammad bahwa pada tahun 2020 Malaysia siap mengubah statusnya dari negara berkembang menjadi negara maju melalui program berkelanjutan yang bertema “Wawasan 2020”.

Kapan Ya ?
Kapan Ya ?

* Tulisan ini pernah dimuat di Harian Serambi Indonesia – Jumat, 24 Februari 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s