Mendulang Emas di Langit

OLEH SUKMA HAYATI ZAINI ALWY, Master Student School of Communication in Science & Environmental Journalism Universiti Sains Malaysia, melaporkan dari Pulau Pinang

Sebagai mahasiswa jurnalistik sains dan lingkungan, saya dituntut tak hanya mahir menulis, tapi juga harus kreatif mengimplementasikan ide ke dalam medium lain, salah satunya film dokumenter. Untuk film dokumenter ini, saya dan teman-teman mempersiapkan sebuah ide yang mempunyai kedekatan dengan bidang sains dan lingkungan.

Bersama Karmilah dan Nadila, kami putuskan untuk menjadikan swiftlet (burung walet) sebagai superstar dalam proyek dokumenter ini. Mengapa walet? Burung yang berasal dari famili Apodidae ini merupakan hewan yang mampu membuat sarang dari air liurnya sendiri. Air liur yang keluar dari kelenjar yang berdekatan dengan kelenjar saliva ini cepat mengeras bila terkontaminasi dengan udara.

Panjang walet antara 7,5-13 cm dan memiliki kaki yang lemah, sehingga tak mampu hinggap di atas pohon. Itu sebab walet terus-menerus terbang dan hanya berhenti serta beristirahat di dalam sarang yang dibuatnya. Uniknya, burung yang hidup secara berkoloni (berkelompok) ini mempunyai sifat monogami, hanya setia pada satu pasangan hidupnya saja. Ini sebuah teladan yang baik di tengah maraknya perselingkuhan dan poligami saat ini.

Kami mewawancarai beberapa narasumber. Salah satunya Profesor Dr Azhar Kasim, dosen Universiti Putra Malaysia. Pakar unggas ini sangat dalam pengetahuannya tentang walet. Azhar mengatakan, swiftelt birdnest (sarang burung walet) telah dikenal sebagai makanan berkhasiat. Sekelompok armada laut yang dipimpin laksamana dari Cina, selamat dari kelaparan setelah mengonsumsi sarang walet. Sarang-sarang ini ditemukan pada gua di sebuah pulau tempat kapal mereka terdampar dihantam badai. Gua merupakan habitat alami walet karena gelap, sejuk, dan lembab.

Selain menghilangkan rasa lapar, sarang walet yang telah dikonsumsi ternyata bisa menambah tenaga dan stamina para anak kapal. Laksamana akhirnya membawa pulang sarang walet ke Cina untuk dipersembahkan kepada kaisar. Dari kisah inilah akhirnya sarang burung walet dikenal sebagai makanan yang berkhasiat, mempunyai nilai tinggi, dan dikategorikan sebagai makanan eksklusif.

Berdasarkan kajian saintifik, sarang walet mengandung nurtrisi seperti glycoprotein, amino acid, minerals, dan sialic acid yang berkemampuan memperbaiki sel-sel dalam tubuh agar menjadi lebih baik dan sehat. Nutrisi-nutrisi inilah yang menyebabkan pasukan armada tadi kembali bertenaga bahkan bertambah staminanya.

Saat ini, sarang walet merupakan hasil alam yang sangat terkenal dan berharga jual tinggi. Di beberapa negara Asia, sarang walet dijadikan komoditas ekspor yang mampu meningkatkan pendapatan negara. Malaysia malah telah menjadi eksportir utama sarang walet ke Cina. Menurut Amin, pengusaha walet di Malaysia, harga sarang walet berkisar antara RM 8000-RM 24.000 atau sekitar Rp 25.224.000-Rp 75.672.000 per kg untuk pasaran internasional. Sedangkan di dalam negeri berkisar RM 4.500-8.000 atau Rp 14.188.500-25.224.000 per kg.

Yang menjadi konflik dalam film dokumenter kami ini adalah kebanyakan bangunan rumah walet berada di tengah-tengah kawasan permukiman padat penduduk. Ini bertentangan dengan peraturan pemerintah Malaysia yang mengatur bahwa bangunan penternakan sarang walet harus jauh dari permukiman penduduk.

Regulasi ini dibuat agar audio rekaman suara burung walet yang digunakan sebagai pemancing walet masuk sarang, tidak mengganggu ketenteraman penduduk. Audio pemancing walet tersebut tak boleh melebihi 40 desibel (setara dengan suara orang bicara). Hanya boleh diperdengarkan waktu senja, tak boleh sampai malam.

Yang terjadi selama ini, suara pemancing burung walet dibunyikan hingga larut malam dan terlalu lama, sehingga masyarakat terganggu karena audio pemancing walet ini menimbulkan polusi suara. Di Malaysia, peraturan mengenai batasan suara ini diatur di bawah Act 976 (act 171): section 82.

Selain itu, jarak yang jauh dari pemukiman penduduk perlu diperhatikan agar aroma sisa buangan walet dan berbagai limbah dari dalam bangunan rumah walet tidak mengganggu lingkungan dan kesehatan penduduk. Apabila pengusaha melanggar, maka izin usahanya dicabut.

Tingginya permintaan sarang walet oleh Cina, Taiwan, Hong Kong, dan Singapura telah menarik perhatian dan memicu para pengusaha untuk terjun ke industri sarang walet. Terdapat 80.000 pengusaha di seluruh Malaysia yang telah mengantongi surat izin dan fokus dalam industri yang menjanjikan ini.

Lebih dari itu, sarang burung walet menjadi bukti bahwa alam banyak memberikan manfaat kepada manusia. Hubungan simbiosis manusia dan walet akan tetap terjaga apabila pelaku industri menjalankan bisnisnya sesuai dengan peraturan dan memperhatikan aspek kesehatan lingkungan serta kenyamanan penduduk. Bagi pemiliknya, membudidayakan sarang burung walet justru laksana mendulang emas di langit.

* Tulisan ini pernah dimuat di Harian Serambi Indonesia – Rabu, 20 Februari 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s