Arti Nyawa Manusia

Pagi itu, saya membantu seorang saudara memeriksa kesehatannya di Hospital Lam Wah Ee, Pulau Pinang – Malaysia. Ia mengeluh kandungannya sakit dan bermasalah. Sebelumnya saudara saya tersebut sudah pernah memeriksa kondisinya itu pada beberapa orang Dokter spesialis di tempat asalnya. Ia dan suami merasa ragu dengan diagnosa yang diberikan, karena diagnosa yang diberkan bermacam-macam. Atas dasar itulah ia  dan suami memutuskan melakukan pemeriksaan di Hospital Lam Wah Ee.

Ketika saya dan saudara saya tiba di rumah sakit amal itu, sudah ada ramai pasien yang antri mendaftar. Maklum saja, ternyata antrian sudah dibuka sejak subuh hari. Usai mendaftar, semua data dimasukkan ke dalam berkas dan segera dikirimkan kepada petugas lainnya di ruang periksa dokter. Saya tidak menemukan ada pemandangan pasien membawa map dan nomor antrian untuk diserahkan sendiri kepada petugas medis di ruang Dokter.

Cermat dan Bijaksana

Ketika nama saudara saya dipanggil untuk diperiksa, kami segera masuk ke ruang pemeriksaan. Kandungan saudara saya itu seterusnya diperiksa menggunakan beberapa alat medis yang berteknologi dan canggih. Usai pemeriksaan dilakukan, Dokter kemudian menjelaskan masalah yang dialami pasien secara terperinci.

Saudara saya didiagnosa menderita ectopic pregnancy (hamil di luar kandungan) dan kista. Dokter kemudian menjelaskan faktor-faktor penyebab penyakit dan penanganan yang dapat ditempuh untuk menyelamatkan serta mengurangkan derita sakit yang dialaminya. Secara hati-hati serta dengan bahasa yang menenangkan, Dokter menyarankan agar pasien dilakukan pembedahan. Penuh pengertian sang Dokter menjelaskan mengapa tahap pembedahan harus dijalani.

Kami yang khawartir dan awam ini kemudian bertanya banyak hal pada Dokter. Maklum saja, ada rasa khawatir dengan keselamatan dan kondisi rahim pasien jika operasi dilakukan. Keraguan kami ditanggapi dengan sabar oleh Dokter dan menjawab setiap pertanyaan yang kami ajukan. Semua didiskusikan dengan pemikiran yang sehat dan matang, sehingga kesepakatan yang dihasilkan benar-benar dapat diterima secara bijaksana oleh kedua belah pihak.

Keesokan harinya, operasi dilakukan. Sudah ada seorang Dokter ahli bedah yang telah menunggu dan siap melakukan pembedahan. Sebelumnya Dokter ahli kandungan dan Dokter ahli bedah telah melakukan sesi diskusi dan kajian mengenai penyakit yang diderita oleh pasien. Keduanya bekerjasama untuk memberikan hasil operasi yang tepat dan baik sehingga pasien dapat pulih dalam waktu singkat.

Dua jam berlalu,  operasi berhasil dilakukan. Rahim saudara saya itu tetap utuh dan ia merasa lega. Kista dan gumpalan darah yang menjadi sumber rasa sakit si pasien diperlihatkan sebelum akhirnya dibawa ke laboratorium untuk dilakukan catatan medis dan observasi lanjutan. Seterusnya pasien diharuskan menjalani rawat inap selama tiga hari. Karena pria tidak di izinkan menginap dan menjaga pasien, maka saya pun menggantikan suami untuk menjaga saudara saya itu.

Berharganya Sebuah Nyawa

Pasca operasi, setiap hari Dokter datang memeriksa perkembangan pasien rawat inap, termasuk pada hari libur nasional. Perawat yang menjaga juga terus memastikan keperluan pasien, seperti obat, makanan, hingga kotoran pasien. Saya dibuat kagum dengan kerja mereka yang penuh tanggung jawab, penuh dedikasi dan tidak ada rasa jijik terhadap pasien.

Suatu hari, saya menemukan peristiwa yang mengharukan sekaligus menegangkan di bangsal tempat saudara saya menginap. Pasalnya, pada pukul 8.30 malam seorang pasien berusia 80 tahun mengalami kondisi yang kritis dan mencemaskan. Nafasnya sesak, tubuhnya mengeras dan kaku. Keluarga pasien panik  dan berteriak memanggil petugas.

Saat mendengar teriakan tersebut para perawat bergegas menuju pasien yang kritis, semua kegiatan yang sedang dikerjakan dan dipegang segera ditinggalkan. Mereka berlari (bukan berjalan) dan segera membawa pasien itu ke ruang emergency yang ada di ujung bangsal. Kesibukan terlihat, wajah-wajah panik pun nampak di wajah mereka, juga orang-orang yang menyaksikan peristiwa tersebut.

Seorang perawat kemudian segera membuat panggilan kepada Dokter jaga lewat sebuah pengeras suara yang terkoneksi ke seluruh sudut ruang rumah sakit. Perawat lainnya juga terlihat menghubungi seseorang lewat telepon dan mengabarkan situasi yang sedang terjadi. Beberapa perawat lainnya, berada di ruang emergency dan tetap melakukan pertolongan pertama pada pasien.

Lima menit kemudian Dokter jaga datang, kemudian disusul seorang Dokter lainnya yang juga mungkin sedang berjaga. 30 menit kemudian muncul Dokter ahli yang menangani kesehatan pasien yang kritis itu. Entah apa yang mereka lakukan di ruang emergency, yang pasti mereka sedang dan terus berupaya menyelamatkan pasien.

Dua jam lamanya para petugas medis berkutat bersama, namun Tuhan berkehendak lain. Orang tua itu telah kembali kepada yang maha kuasa pada malam itu juga. Dokter kemudian meminta maaf kepada keluarga pasien dan menginformasikan kondisi terakhirnya. Jenazah kemudian langsung diurus segala keperluannya, kemudian dibawa pulang ke rumah duka.

Saya seperti sedang menyaksikan adegan penyelamatan yang sering kita lihat di film-film box-office. Segenap kemampuan dikerahkan oleh petugas medis agar nyawa pasien dapat terselamatkan. Cepat, sigap, dan tanggap begitulah sikap para petugas medis yang memahami arti berharganya sebuah nyawa.

Admistrasi tidak bertele-tele

Setelah dirawat selama tiga hari, saudara saya akhirnya diizinkan keluar dari rawat inap. Dokter telah menyetujui kondisinya semakin membaik dan dapat beristirahat di rumah. Tidak lama setelah izin dikeluarkan, pihak admistrasi rumah sakit datang mengantarkan sehelai kwitansi yang harus dilunasi. Sekali lagi meskipun hari libur, petugas rumah sakit yang berjaga tetap menjalankan tugasnya sebagaimana biasanya. Hanya butuh waktu 10 menit saja, untuk menyelesaikan urusan admistrasi tersebut.

Kini, saudara saya merasa lebih baik dan optimis memandang ke depan. Ia dan suaminya berharap, kelak dapat kembali diberikan rezeki anak oleh yang maha kuasa dan melahirkan zuriat yang taat kepada Allah, orang tua, serta berguna bagi agama, bangsa dan ummat. Aamiin..

Advertisements

4 Comments Add yours

  1. buzzerbeezz says:

    Dengan pelayanan seperti ini, sepertinya bidang medical tourism di negeri jiran semakin baik ya. Terbukti banyak orang-orang di negeri kita yang lebih memilih untuk berobat ke sana.

    Like

    1. Sukma Hayati Zaini Z. Alwy says:

      Yup, memang sangat prima pelayanan yang diberikan disini.

      Like

  2. Anonymous says:

    Hmmm… kalau sudah begini, apakah salah kalau kita lantas membanding-bandingkan dengan kualitas pelayanan di…..

    Like

    1. Sukma Hayati Zaini Z. Alwy says:

      Dimana hayooo ? hehehe

      Terima Kasih sudah berkunjung

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s