Hutan Kota “Oase” Kota Madani

Pagi yang cerah, walaupun agak terlambat untuk keluar dari rumah. Saya, suami dan anak perempuan kami “Aisyah” berencana menjadikan hari Ahad kemarin (31/08/2014) dipenuhi aktifitas yang positif dan tidak sekedar bermalas-malasan di rumah. Kami memulai hari itu dengan sarapan pagi di sebuah warkop. Sekali sekala tidak mengapa, asal tidak setiap hari. Kata Abi Aisyah bisa merusak “mata” (Mata pencaharian hehehe). “Bu Prang” jadi menu andalan kami dan tidak lupa berdoa sebelum makan sebagai rasa syukur kepada Allah.

Usai sarapan, kami yang memang sudah berkostum pakaian olah raga (lengkap dengan sepatu) melangkah menuju hutan kota yang berada di kawasan Gampoeng Lingke. Aisyah sangat suka ke hutan kota, anak ini memang sangat suka dengan suasana yang hijau. Salah satu dosen ku semasa kuliah di Malaysia yakni Dr Azwan (Semoga beliau senantiasa diberikan kesehatan dan umur yang berkah. Aammiin.. ), menyebut Aisyah dengan sebutan Nature Girl karena hobbynya yang suka berkebun, mengembala sapi dan berenang di sungai.

Kami terus berlari hingga mencapai sebuah jembatan kayu yang menanjak dan berdiri diatas rawa. Sangat menyenangkan berlari diatas jembatan tersebut sambil menikmati berbagai satwa yang hidup di rawa hutan kota tersebut. Suasana hutan kota sedikit lengang sehingga lajur berlari kami cukup lancar. Hanya sesekali berhenti karena harus melayani antusiasme Aisyah ketika melihat biota rawa yang menurutnya sangat mengagumkan dan buat penasaran. “Ummi, Abi  lihat ini !” “Ummi, Abi lihat itu !” “Ummi, Abi apa itu ?” .

Dari aktifitas tersebut, kami mengerti bahwa hutan kota adalah oase ditengah kegersangan kota Banda Aceh. Walaupun usia tumbuhan di kawasan hijau tersebut masih terbilang muda, namun kesejukannya mulai terasa. Rindangnya pokok meredam hawa panas, hijaunya daun menyejukkan mata, udara disana amat segar. Pokok bakau yang juga tumbuh di kawasan hutan kota memberikan kita jasa ekosistem. Berdasarkan kajian ilmiah, pokok bakau mampu menyimpan CO2 (karbon dioksida) dan melepaskan O2 (oksigen) dalam jumlah besar.

Hutan kota akan menjadi tempat yang indah, asalkan kita mau sama-sama menjaganya dengan cara tidak melakukan vandalisme, menjaga kebersihan dan tidak dijadikannya sebagai lokasi maksiat. Sebagai masyarakat madani, mari hargai lingkungan kita ! Dengan demikian kita turut menghargai diri sendiri dan menghargai anugrah dari Allah Swt.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s