Jangan Lukai Hati Anak dengan Amarah

Ketika seorang anak kehilangan rasa bangga kepada kedua orang tuanya, maka saat itu juga rasa cintanya mulai berkurang. Bisa saja anak kemudian akan acuh terhadap apa yang dipersembahkan oleh orang tuanya. Baik itu nasihat, perhatian, hadiah dll.

Hati anak itu amat sangat lembut, bahkan lebih lembut dari sehelai kain sutra. Mereka mungkin tidak faham perkataan yang datangnya dari sebuah ego, tetapi mereka faham perkataan yang datangnya dari hati.

Memarahi, membentak, memaki hingga menyumpah adalah hal yang perlu dihindari terutamanya oleh seorang ayah. Amarah seorang ayah terhadap anak sangat berbeda dengan amarah yang diluapkan oleh Ibu. Seorang Ibu, mungkin akan setiap hari marah apabila setiap hari nasihatnya tidak didengar oleh anak. Biasanya marah Ibu adalah wejangan-wejangan hidup yang diperjelas dan sarat makna kehidupan. Sangat sulit seorang ibu menyumpah atau menjustifikasi seorang anak. Meski suaranya menggelegar, namun dalam hatinya terbesit doa paling indah yang dipintanya kepada sang pemilik jiwa. Karena setiap Ibu akan kembali teringat pada perjuangannya melahirkan sang anak.

Lalu bagaimana dengan Ayah? Ayah mungkin Ayah jarang marah, jarang berkata-kata atau bahkan tidak tahu mau bilang apa ketika sang anak tidak mendengar nasihatnya. Namun jika amarahnya memuncak, Ayah tak segan melampiaskan rasa marahnya dengan kejutan-kejuatan yang terkadang dapat membuat anak terluka.

Mungkin tubuh anak tidak terluka, namun hatinya amat terluka. Tadinya, sebelum ayah marah, ayah adalah benteng pertahanan bagi sang anak ketika Ibu sedang marah. Namun, ketika sang ayah membuat dirinya ketakutan, maka runtuhlah sudah rasa aman yang ada dalam dirinya selama ini dan ia percayakan kepada lelaki yang paling dicintainya itu.

Anak mungkin tidak akan tahu lagi bagaimana bersikap yang baik kepada Ayahnya. Walaupun sang Ibu berusaha untuk meyakinkan ayahnya bukanlah orang yang jahat, namun dalam benak anak-anak ia sadar tempat berlindungnya terkadang bisa jadi ranjau yang siap meledakkannya.

Bagi sang anak, amarah seorang ayah lebih membekas berbanding amarah seorang Ibu. Walau bagaimanapun, amarah adalah hal yang bukan sekedar perlu dihindari tetapi juga harus dihilangkan dari setiap hasrat orang tua.

Ingatlah lagi bagaimana anda memperjuangkannya untuk ada di Dunia. Berdoa siang dan malam berharap Allah memberikan anda garis keturunan yang kelak akan menyayangi anda dihari tua. Ingatlah betapa berharganya seorang anak, amanah terindah yang Allah berikan. Hidup yang kita usahakan hari ini, akan diteruskan oleh sang buah hati.

Sulit memang melepaskan ego yang setiap insan, pasti memilikinya. Namun yang bisa kita lakukan adalah berdoa agar Allah senatiasa memberikan kita kesabaran extr. Sabar dalam mendidik anak-anak ditengah tantangan zaman. Sesungguhnya hanya kepadanyalah tempat kami meminta pertolongan.

Berikut sedikit penggalan puisi yang mungkin dapat menyadarkan kita, betapa seorang ayah amat sangat berperan dalam pembentukan karakter anak. Semoga bermanfa’at.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s