Amazing Aisyah

Anak-anak itu “amazing”, mungkin itu adalah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan tingkah polah anak yang kadang-kadang mengejutkan.

Sejak dari dalam kandungan, anak kerap membuat orang tua dibuat terkagum-kagum dengan perkembangannya, menggeleng-geleng kepala dengan aksi banyak akalnya, kadang-kadang harus menarik nafas panjang ketika berhadapan dengan kegigihan dan keteguhan sikapnya.

Beberapa waktu yang lalu, saya dibuat kagum oleh anak perempuan saya Aisyah Meutuwah. Malam itu, sebelum tidur Aisyah terlihat asyik sendiri di meja belajarnya. Sambil membereskan tempat tidurnya, saya berulang-ulang memperingatkan Ia untuk segera mencuci bersih anggota tubuhnya sebelum beranjak tidur. Aisyah mengiyakan arahan saya namun belum beranjak jua.

Akhirnya saya coba mendekati, mengapa kemudian Ia tidak segera melakukan kewajibannya itu. Kemudian, saya mendapati Aisyah sedang asyik merangkai satu persatu karet getah warna-warni menjadi sebuah aksesoris cantik berupa gelang dan cicin.

Saya tersenyum melihat apa yang sedang dibuatnya, ada perasaan heran tetapi bahagia. Heran karena sebelumnya saya merasa tidak pernah mengajarkan hal tersebut; bahagia karena ternyata Aisyah punya jiwa seni dan kreativitas yang baik dan patut untuk dikembangkan.

Melihat saya terbengong-bengong sambil senyum-senyum sendiri, Aisyah menyapa saya, “kenapa Ummi diam dan senyum-senyum sendiri?”, tanya putri kecil saya itu.

“Bagaimana Ummi tidak senyum melihat anak Ummi yang sangat pintar dan kreatif ini. Kalau boleh tahu, siapa yang mengajarkan Aisyah membuat aksesoris dari karet getah ini?” tanya saya.

“Aisyah diajari teman, Ummi. Kemudian teman Aisyah menghadiahkan karet warna-warni ini untuk Aisyah. Coba Ummi lihat, keren gak?” pamernya kepada saya.

“Tentu, ini keren sekali. Ummi saja tidak bisa membuatnya. Pandai Aisyah ! Kalau begitu sebagai tanda terima kasih Aisyah kepada teman Aisyah. Silahkan Aisyah buatkan aksesoris berupa gelang dan cincin, kemudian besok aksesoris tersebut, Aisyah hadiahkan kepadanya kembali. Insya Allah, Sabtu depan sepulang Aisyah dari sekolah, kita coba cari karet getah warna-warni seperti itu di toko mainan yang ada di Darussalam. Selesai mengerjakan itu, segera cuci anggota badan yang kotor dan tidur, ya nak..” janji saya kepadanya dan disambut dengan gembira oleh Aisyah.

Hasilnya, tidak mengecewakan. Hasil pekerjaan tangannya, cukup rapi dan menarik. Melihat bakatnya ini, saya merencanakan sesuatu untuk Aisyah agar kreatifitas Aisyah membuat kerajinan tangan tersebut menjadi bernilai.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s