Hijab, Mariah Idrissi & Fashion Magazine H&M

Baru-baru ini, majalah asal Swedia H&M melancarkan kampenye “H&M Close The Loop – Sustainable fashion through recycled clothes”. Dalam kampanye tersebut, H&M menampilkan foto seorang muslimah dalam balutan pakaian brand ternama, namun berhijab. Wanita tersebut adalah Mariah Idrissi, wanita asal Maroko yang menetap di London. Aksi Mariah dalam majalah dunia tersebut kemudian menobatkan perempuan tersebut sebagai model muslim pertama yang ditampilkan di H&M, (alifmagz.com, 2015). Penampilan Mariah dalam majalah tersebut kemudian ditanggapi positif oleh ramai muslimah diseluruh dunia dan menilai apa yang dilakukan oleh H&M telah mendongkrak citra baik muslimah, terutamanya dalam hal fashion.

Mariah Idrissi dalam kampanye H&M Magazine.
Mariah Idrissi dalam H&M Magazine

H&M dalam kampanye tersebut menegaskan bahwa di dunia ini terdapat beragam kebudayaan dan kepercayaaan. Masing-masing budaya dan keyakninan punya cara pandang, filosofi, atau ideologinya masing-masing. Termasuk budaya dan cara pandang dalam hal berpakaian.

H&M kemudian mengajak pembaca untuk menghargai perbedaan tersebut. Pembaca diajak untuk melihat bahwa setiap mereka yang melaksanakan budaya dan meyakini faham tertentu juga punya sisi unik yang bisa dijadikan inspirasi dalam berpakaian.

Sebagaimana diketahui, banyak kalangan yang minim pengetahuan tentang Islam menilai bahwa menjadi perempuan yang terlahir dan menganut agama Islam sama halnya dengan memilih untuk mengisi isi lemari pakaian mereka dengan burqa/cadar. Hak perempuan dengan kepercayaan Islam sangat terbatas dan pakaian mereka harus menutup tubuh mereka, mulai ujung rambut hingga ujung kaki.

Atas stigma tersebut tidak sepenuhnya benar dan tidak sepenuhnya salah. Dalam agama Islam perempuan diwajibkan untuk menutupi tubuhnya yang dianggap aurat:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Artinya:

“Hai Nabi, Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS al-Ahzab [33]: 59).

Pada ayat lainnya:

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلاَ يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلاَّ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ

Artinya:

Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kehormatannya; janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) tampak padanya. Wajib atas mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya. (QS an-Nur [24]: 31).

Namun terdapat juga pengecualian dimana bagian wajah dan telapak tangan wanita boleh terlihat, sebagaimana hadist berikut:

«قَالَ يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلاَّ هَذَا وَهَذَا وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ وَكَفَّيْهِ»

Artinya:

Wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita, apabila telah balig (mengalami haid), tidak layak tampak dari tubuhnya kecuali ini dan ini (seraya menunjuk muka dan telapak tangannya). (HR Abu Dawud).

Hal ini bukanlah untuk mengekang hak dan mendiskriditkan muslimah, namun lebih kepada proteksi agar terhindar dari hal-hal yang dapat merugikan kaum muslimah, seperti pelecehan sexual. Dalam konteks kecantikan, pakaian yang menutup aurat sedikit banyak membantu perempuan muslimah menjamin kulit mereka tetap sehat dan tehindar dari sinar ultra violet yang membahayakan.

Meskipun pakaian yang dikenakan oleh Mariah dalam foto tersebut masih kurang melengkapi syarat syar’i, namun pada kesempatan lainnya, Mariah juga terlihat tampil berani dengan sisi religiusnya.

Mengenakan hijab berdiameter lebar yang menjulur hingga ke mata kaki bak perempuan arab, Mariah mengenakan sneakers dan tas samping yang elegan agar tetap terlihat fashionable.

Mariah Idrissi dalam balutan hijab Syar'i (Sumber: Instagram, @mariahidrissi
Mariah Idrissi dalam balutan hijab Syar’i (Sumber: Instagram, @mariahidrissi)

Saya pribadi, merasa patut berterima kasih atas usaha H&M yang telah menampilkan sisi positif dari perempuan muslimah. H&M telah menunjukkan bahwa hijab dan pakaian longgar bukanlah pakaian kuno dan merupakan bagian dari fashion dunia.

Disisi lainnya, H&M yang memiliki toko hampir di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Secara tidak langsung telah mencuri banyak hati muslimah untuk menjadikannya sebagai brand favorit mereka.

Pada pandangan saya, selain ramah terhadap lingkungan karena kerap mendaur-ulang pakaian berkas menjadi pakaian baru dan layak pakai. Kini H&M juga dipandang sebagai brand fashion yang ramah kepada muslimah.

Congratulation !

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s